Catatan Setelah Piala Jenderal Sudirman 2015


Catatan Setelah Piala Jenderal Sudirman 2015

Catatan Setelah Piala Jenderal Sudirman 2015. Ada sekian banyak catatan setelah Piala Jenderal Sudirman 2015, bahkan para agen BOLAQQ188.COM SITUS BANDAR JUDI BOLA ONLINE DAN AGEN TARUHAN BOLA RESMI INDONESIA, diseluruh Indonesia mendokumentasikan hasil pertandingan tersebut. Piala Jenderal Sudirman memang sudah usai. Namun, beberapa hal masih bersisa dari pergelaran akbar tersebut. Berbagai fakta menarik seputar Piala Jenderal Sudirman layak dicatat ataupun dijadikan bahan renungan. Seperti yang sudah disaksikan bersama, perhelatan kali ini memang terlihat berbeda, karena dijalankan dengan sistem pertandingan yang terbilang baru dan lebih segar. Lebih dari itu, Piala Jenderal Sudirman digelar dalam rangka peringatan hari kelahiran Jenderal Sudirman, 100 tahun silam.

Catatan Setelah Piala Jenderal Sudirman 2015

Catatan Setelah Piala Jenderal Sudirman 2015

  1. Terpilihnya Thoriq Alkatiri sebagai wasit terbaik.

Dengan meraih predikat sebagai wasit terbaik, Thoriq dihadiahi uang tunai sebesar Rp 100 juta.

  1. Terpilihnya Aremania sebagai supporter terbaik.

Dari dulu, Aremania terkenal kompak, kuat dan kreatif. Ciri khas ini kembali mereka tunjukkan selama turnamen PJS 2015 berlangsung. Sebagai hasilnya, Aremania dinobatkan sebagai supporter terbaik di dalam gelaran ajang PJS 2015.

  1. Terpilihnya  Patrik Rio Do Santos sebagai Topskor PJS 2015

Dengan menjadi pencetak gol terbanyak selama gelaran PJS 2015 berlangsung, Patrick memperoleh hadiah Rp 100 juta.

  1. Terpilihnya Yanto Basna sebagai Pemain  Terbaik PJS 2015

Nama yang satu ini terus menunjukkan kelasnya. Datang jauh-jauh dari Sorong Papua, pemain bertubuh tinggi dan berbadan kekar itu betul-betul memaksimalkan ajang PJS 2015 untuk mengasah kemampuan bertahannya. Tidak kurang dari 18 sapuan bersih ia lakukan selama turnamen ini berlangsung. Rudolf Yanto Basna terpilih sebagai pemain terbaik PJS 2015.

Tidak berlebihan rasanya ia menerima gelar tersebut. Sebab, bila disimak catatan statistik milik Mitra Kukar, Yanto Basna punya kontribusi sangat besar. Dengan pencapaian hebat ini, Yanto Basna berhak menerima Rp100 juta. Untuk seorang pemain yang masih muda, single pula, jumlah ini sudah sangat besar.

  1. Terpilihnya PS TNI sebagai tim Fair Play PJS 2015

Seolah tidak ingin mengecewakan kesatuannya. PS TNI tampil begitu santun, disiplin, sportif dan menghibur di sepanjang turnamen PJS 2015. Permainan menawan beberapa pemain mereka sempat mencuri perhatian di babak penyisihan PJS 2015. Akan tetapi, kapasitas dan pengalaman tim tidak dapat berkata bohong. Mereka akhirnya ‘berantakan’ di babak penyisihan kedua. Eit, meskipun tidak memiliki pengalaman berkompetisi, namun PS TNI punya jiwa fair play yang sangat tinggi. Tidak salah bila penghargaan Tim Fair Play jatuh ke tangan mereka. Hadiah sebesar Rp 100 juta pun milik mereka.

  1. Satu setengah milyar untuk Semen Padang

Keberhasilan Semen Padang melaju hingga ke babak final membuahkan hasil positif. Pada penutupan PJS 2015 yang diadakan di GBK 24 Januari 2016, Tim Kabau Sirah berhak memperoleh uang tunai sebesar Rp 1,5 milyar.

  1. Dua setengah milyar untuk sang juara

Mitra Kukar betul-betul luar biasa. Bermain apik sebagai satu kesatuan tim sejak awal penyisihan, membuat permainan mereka sulit ditaklukkkan. Berbekal semangat banyak pemain muda yang dipoles sentuhan dingin pelatih Jafri Sastra, Tim Naga Mekes melaju ke puncak dan memenangkannya dalam sebuah drama final yang menegangkan. Untuk semua pencapaian ini, Mitra Kukar berhak memperoleh Rp 2,5 milyar.

  1. Partai Final PJS dihadiri cucu Jenderal Sudirman.
  2. Jelang final berlangsung, Piala Jenderal Sudirman diarak dari Purbalingga, tempat kelahiran Jenderal Sudirman ke Jakarta dengan berjalan kaki oleh para prajurit TNI. Luar biasaJ
  3. Dalam penerjunan yang dilakukan sebelum pertandingan final dimulai, seorang penerjun TNI tersangkut di atap stadion GBK. Kejadian menegangkan ini terjadi setelah tali parasutnya mengenai ujung atap stadion. Alhasil, sang penerjun pun harus bergelantungan beberapa saat di atas stadion bagian pintu 23 GBK. Pemandangan itu terlihat menegangkan sekaligus menarik bagi banyak penonton.

Beberapa Fakta Untuk Renungan

Di samping menyisakan Catatan Setelah Piala Jenderal Sudirman 2015, namun, perhelatan PJS 2015 kali ini juga menyisipkan beberapa fakta yang kiranya dapat menjadi bahan renungan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Harus diakui bahwa kualitas stadion GBK perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi. Air yang menggenangi lapangan di sepanjang laga menunjukkan bahwa sistem drainase stadion bermasalah. Lebih memalukan lagi, kejadian ini justru disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Menpora. Tampaknya, ini adalah pesan hujan kepada kedua petinggi negara tersebut,
  2. Gagasan panitia penyelenggara yang mewajibkan seluruh tim yang ikut turnamen PJS agar menurunkan pemain U-21 selama pertandingan sebetulnya punya niat yang baik. Namun dalam praktiknya, hal itu terasa tidak begitu efektif. Kebanyakan, hampir setiap tim (terkecuali Semen Padang, Mitra Kukar dan Persib Bandung) terlihat menerapkan gagasan tersebut separuh hati. Hal ini terbukti dari sekian banyak pergantian pemain U-21 yang dilakukan di bawah 15 menit waktu permainan. Apa yang dipraktikkan beberapa tim tersebut tampak sebagai kebijakan basa –basi, sekadar pemenuh persyaratan.  Hal ini sebetulnya sangat disayangkan.
  3. Jumlah tim yang mengikuti turnamen PJS 2015 sebetulnya belum bisa mewakili kondisi keseluruhan tim yang ada di liga Indonesia. Aksi pemboikotan oleh Asosiasi Pemain Sepakbola Profesional Indonesia pada saat turnamen telah memasuki babak semifinal adalah kritik terhadap realita tersebut. Salah satu pemicunya adalah banyak tim di divisi utama justru tidak memiliki kompetisi dan turnamen apapun selama setahun ini.
  4. Perbedaan pencapaian Piala Jenderal Sudirman dan Piala Presiden sangat terlihat dari topskor turnamen. Pada Piala Presiden, topskor diraih pemain lokal, sementara pada Piala Jenderal Sudirman justru diraih pemain asing. Hal ini menunjukkan bahwa ‘sisi instan’ dalam persiapan tim yang akan ikut dua turnamen tersebut sangat kental terasa. Makanya, banyak pengamat mengatakan kualitas kompetisi PJS ini adalah kualitas tim dadakan.

Itulah beberapa fakta menarik yang bersisa dari pergelaran turnamen PJS 2015. Semoga apa yang telah diupayakan pihak pemerintah, panitia dan pelaku bisnis lainnya dalam menyelenggarakan turnamen bergengsi seperti ini dapat membukakan kembali harapan cerah persepakbolaan Indonesia. Tentunya, setelah Piala Jenderal Sudirman 2015 berlangsung, insan sepak bola Indonesia akan terus menunggu kompetisi dan turnamen berikutnya. Salam turnamen sepakbola. Dan bagi para pecinta taruhan Live Casino, jangan lupa untuk bergabung dengan QQ288.com Situs Judi Casino Online Agen Live Casino Terpercaya yang memberikan banyak permainan yang seru dan Fair Play.

Bagi anda semua pecinta taruhan online, anda juga bisa membaca artikel saya yang membahas tentang tips dan trik bermain taruhan online, yakni artikel saya yang berjudul :

  • casinoqq188.com situs judi online dan live casino resmi terbesar indonesia
  • SLOTQQ188.COM SITUS BANDAR JUDI SLOT GAMES ONLINE DENGAN JACKPOT SLOT MESIN UANG ASLI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *